Minggu, 13 Januari 2019

Lensa

Lensa


- Lensa adalah sebuah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang lengkung atau satu bindang datar dan satu bidang lengkung.

 Lensa Cekung
- lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepinya, sifat bayangan yang dibentuk lensa cekung adalah maya, tegak dan diperkecil. Jenis-jenis lensa cekung diantaranya adalah :
 Lensa cekung ganda (bikonkaf)
 Lensa cekung datar (plankonkaf)
 Lensa cekung cembung (konkaf konveks)
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap


- Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung :
Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus F1.
Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus F2 dan dibiaskan sejajar sumbu utama,
Sinar datang melalui titik pesat lensa O diteruskan lurus tanpa dibiaskan.

Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap


 Lensa Cembung
- lensa cembung adalah lendsa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepinya. Sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung adalah maya, tegak dan diperbesar, jenis-jenis lensa cembung, diantaranya adalah :
 Lensa cembung ganda (bikonveks)
 Lensa cembung datar (plankonveks)
 Lensa cembung cekung (konveks konkaf)
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap


- Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung :
Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan melalui titik fokus F1 yang terdapat dibelakang lensa.
Sinar datang melalui titik fokus F2 yang terdapat didepan lensa dibiaskan sejajar sumbu utama.
Sinar datang melalui titik pusat lensa O diteruskan lurus tanpa dibiaskan.
Rangkuman Materi Cahaya, Optik, Cermin, Lensa, dan Alat Optik IPA SMP Lengkap


 Persamaan Umum Lensa
- Persamaan umum lensa :



Keterangan :
f = jarak fokus (cm)
s = jarak benda (cm)
s' = jarak bayangan (cm)

- Perbesaran bayangan lensa :



Keterangan :
M = perbesaran bayangan
h = tinggi benda (cm)
h' = tinggi bayangan (cm)

-Kekuatan lensa :



Keterangan :
P = kekuatan lensa (dioptri)
f = jarak fokus (cm)

F. Alat Optik

Alat optik adalah alat yang cara kerjanya memanfaatkan peristiwa pembiasan dan pemantulan cahaya.

 Mata
- Mata merupaka alat optik karena didalamnya terdapat lensa mata yang digunakan untuk menerima cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang kita lihat. Cahaya yang masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke permukaan belakang mata yang disebut retina. Retina berfungsi sebagai layar untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa mata.
- Ciri mata normal adalah memiliki titik dekat 25cm dan titik jauh pada jarak tak terhingga.
- Daya akomodasi mata adalah daya untuk membuat lensa mata lebih cembung atau pipih sesuai dengan jarak benda yang dilihat mata agar bayangan jatuh tepat diretina.
- Daya akomodasi menyebabkan mata memiliki titik dekat dan titik jauh.
Titik dekat (punctum proximum), yaitu titik terdekat yang dapat dilihat jelas oleh mata dengan mata berakomodasi maksimum.
Titik jauh (punctum remotum), yaitu titim terjauh yang dapat dilihat jelas oleh mata dengan mata tidak beakomodasi.

- Jenis-jenis cacat mata antara lain rabun jauh, rabun dekat, dan mata tua mari kita bahas satu-persatu
- Rabun jauh (miopi), yaitu cacat mata karena tidak bisa melihat benda-benda yang jaraknya jauh. Penderitaan miopi dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung atau lensa negatif yang sifatnya menyebarkan cahaya (devergen)
- Rabun dekat (hipermetropia), yaitu cacat mata karena tidak bisa melihat benda-benda yang jaraknya dekat. Penderita hipermetropia dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung atau lensa positif yang sifatnya mengupulkan cahaya (konvergen)
- Mata Tua (presbiopi), yaitu cacat mata yang diakibatkan berkurangnya daya akomodasi mata karena usia lanjut. Penderita presbiopi dapat dibantu dengan kacamata berlensa ganda yaitu bifokal agar bisa melihat benda jauh maupun dekat.

 Lup
- Lup atau kaca pembesar adalah alat optik berupa lensa cembung yang digunakan untuk melihat benda-benda kecil agar terlihat lebih besar.
- Sifat bayangan yang dihasilkan lup adalah maya, tegak, dan diperbesar.

 Kamera
- Kamera adalah alat optik yang mampu merekan suatu kejadian dalam bentuk gambar. Sifat bayangan yang dihasilkan kamera adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.
- Bagian-bagian dan fungsi kamera sama dengan bagian-bagian dan fungsi pada mata masnusia, di antaranya :
Lensa cembng untuk bentuk bayangan .
Film untuk menangkap bayangan.
Difagma untu mengatur banyaknya cahaya yang masuk.
Apperture untuk memasukkan cahaya.

 Mikroskop
- Mikroskop adalah alat optik yang berfungsi untuk melihat benda-benda renik atau berukuran sangat kecil.
- Pada mikroskop terdiri atas dua lensa cembung, yaitu lensa objektif dan lensa okuler, mari kita bahas satu-persatu
Lensa objektif (dekat objek), sifat bayangan yang dihasilkan lensa objektif adalah nyata, terbalik dan diperbesar
Lensa okuler (dekat pengamat), sifat bayangan yang dihasilkan lensa okuler adalah maya, tegak, dan diperbesar.

 Teropong (Teleskop)
- Teropong atau teleskop merupakan alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh agar tampak lebih dekat dan lebih jelas, jenis-jenis teropong diantaranya yaitu :
Teropong bintang, digunakan untuk mengamati benda-benda langit.
Teropong bumi, digunakan untuk mengamati benda-benda yang ada di permukaan bumi.

 Periskop
- Periskop adalah alat optik berupa teropong yang digunakan pada kapal selam untuk melihat benda dipermukaan laut.
- Periskop terdiri atas sebuah lensa cembung objektif, dua buah prisma siku-siku sama kaki, dan sebuah lensa cembung okuler.


https://www.youtube.com/watch?v=4NkxaEOyA1c
Sumber:http://aviskariska.blogspot.com/2018/05/lensa.html

Pembentukan Cahaya pada Cermin

Pembentukan Cahaya pada Cermin


Pembentukan bayangan pada cermin dapat diuraikan dalam 3 jenis cermin. Yaitu pembentukan bayangan pada cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung. Bayangan yang idhasilkan oleh cermin yang berbeda ini memiliki karakteristik yang berbeda sebagai berikut.
Advertisment


Pada pemantulan terhadap cermin datar, ukuran benda sama dengan ukuran bayangan dan jarak benda sama dengan jarak bayangan.Pembentukan Bayangan Pada Cermin Datar

Lukisan bayangan pada cermin datar

Lukisan bayangan pada cermin datar dapat dilihat pada gambar berikut

Untuk melukis bayangan digunakan aturan hukum pemantulan.
Sifat bayangan:
a. maya/semu/virtuil
b. tegak
c. sama besar

Panjang Cermin Minimum

Agar seluruh bayangan terlihat pada cermin datar, maka panjang cermin (ρ) adalah setengah dari tinggi benda (ho)
Panjang Cermin Minimum
\rho=\frac{1}{2}h_{o}
dengan :
ρ = panjang cermin (m)
ho = tinggi benda (m)
Tinggi cermin yang diperlukan untuk melihat seluruh bayangan anak adalah setengah tinggi anak tersebut.

Dua Buah Cermin Datar yang Membentuk Sudut

Dua Buah Cermin Datar yang Membentuk Sudut
Jumlah bayangan yang dihasilkan kedua cermin dihitung dengan rumus:
n=\frac{360^{o}}{\alpha}-1
dengan :
n = jumlah bayangan
α = sudut antara kedua cermin datar (o)

Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cekung

Cermin cekung adalah cermin yang bidang pantulnya melengkung ke dalam. Sendok dan mangkuk merupakan contoh benda yang permukaannya cekung. Tampak pada mangkok dan sendok bayangan dari apel. Untuk memahami bagaimana bayangan terbentuk, terlebih dulu harus memahami sifat, bagian-bagian cermin dan sinar-sinar istimewa yang berlaku pada cermin tersebut.

Sifat Cermin Cekung

Bila berkas sinar sejajar sumbu utama dijatuhkan ke sebuah cermin cekung, maka sinar pantulnya akan mengumpul (konvergen). Karena sifat inilah, maka cermin cekung disebut juga cermin konvergen.
Sifat Cermin CekungSinar-sinar sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus.

Bagian-bagian Cermin Cekung/Konvergen

Bagian-bagian Cermin Cekung/KonvergenBagian-bagian cermin cekung
f=\frac{1}{2}R   1, 2, 3, dan 4 merupakan ruang benda dan ruang bayangan
Dengan :
O = titik pusat bidang cermin
F = titik fokus
M = titik pusat kelengkungan cermin
f = jarak fokus cermin (cm)
R = jari-jari cermin (cm)
SU = sumbu utama

Sinar-sinar Istimewa pada Cermin Cekung

  1. Sinar datang sejajar sumbu utama cermin akan dipantulkan melalui titik fokus F.
  2. Sinar datang melalui titik fokus F akan dipantulkan sejajar sumbu utama.
  3. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan M akan dipantulkan kembali melalui titik M.
Sinar-sinar Istimewa pada Cermin CekungSinar-sinar Istimewa pada Cermin Cekung

Lukisan Bayangan Pada Cermin Cekung

Untuk melukis bayangan yang dihasilkan oleh cermin cekung dapat digunakan 2 di antara 3 sifat sinar-sinar istimewa.
Bayangan benda pada cermin cekungBayangan benda pada cermin cekung
Sifat bayangan:
  1. nyata
  2. terbalik
  3. diperkecil
Pada cermin cekung berlaku “aturan 5”, yaitu:
  1. Jika benda di ruang (1), bayangan di ruang (4)
  2. Jika benda di ruang (2), bayangan di ruang (3)
  3. Jika benda di ruang (3), bayangan di ruang (2)

Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cembung

Cermin cembung adalah cermin yang bidang pantulnya melengkung keluar. Contoh lain dari cermin cembung adalah kaca spion. Bagaimanakah proses terbentuknya bayangan? Untuk itu kita harus memahami sifat, bagian-bagian cermin, dan sinar-sinar istimewa yang berlaku pada cermin cembung.

Sifat Cermin Cembung

Bila berkas sinar sejajar sumbu utama dijatuhkan pada cermin cembung maka berkas sinar akan dipantulkan menyebar (divergen) seolah-olah berasal dari titik fokus.
Sifat Cermin CembungSinar dipantulkan menyebar
Oleh karena itu, cermin cembung disebut cermin divergen. Selain itu karena nilai R negatif, maka cermin cembung disebut juga cermin negatif.

Bagian-bagian Cermin Cembung/Negatif/Divergen

Bagian-baggian cermin cembungBagian-baggian cermin cembung
Pada cermin cembung, benda selalu di ruang (4) sehingga bayangan di ruang (1).

Sinar-sinar Istimewa Pada Cermin Cembung

Cermin cembung juga memiliki 3 sinar istimewa, yaitu:
  1. Sinar datang sejajar sumbu utama cermin akan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus F.
    Sinar sejajarsumbu utama
    Sinar sejajar sumbu utama
  2. Sinar datang menuju titik fokus F akan dipantulkan sejajar sumbu utama.
    Sinar menuju titik fokus
    Sinar menuju titik fokus
  3. Sinar datang menuju ke titik pusat kelengkungan M akan dipantulkan kembali seolah-olah berasal dari titik M.
    Sinar menuju pusat kelengkungan
    Sinar menuju pusat kelengkungan

Lukisan Bayangan Pada Cermin Cembung

Variabel pada cermin cembungVariabel pada cermin cembung
Sifat bayangan yang dibentuk selalu:
  1. maya
  2. tegak
  3. diperkecil

Rumus-rumus yang berlaku pada cermin cembung

Rumus-rumus yang berlaku pada cermin cembung sama seperti rumus cermin cekung, yaitu:
Rumus-rumus yang berlaku pada cermin cembungMaya, tegak dan diperkecil merupakan sifat pembentukan bayangan pada cermin cembung.
https://www.youtube.com/watch?v=0tT-QSNWNTs
Sumber:http://aviskariska.blogspot.com/2018/05/pembentukan-bayangan-pada-cermin.html

Sifat Sifat Cahaya

Sifat Sifat Cahaya

Cahaya adalah salah satu spektrum gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang merambat tanpa memerlukan medium. Kita memerlukan cahaya untuk dapat melihat. Benda-benda yang ada di sekitar kita dapat kita lihat apabila ada cahaya yang mengenai benda tersebut, dan cahaya yang mengenai benda tersebut dipantulkan oleh benda ke mata. Cahaya memiliki sifat-­sifat yaitu dapat dipantulkan, dapat merambat lurus, dapat mengalami pembiasan/ dibelokkan, dapat menembus benda bening serta dapat diuraikan/ mengalami dispersi. 

Penjelasan sifat sifat cahaya. Dalam kehidupan sehari-hari penerapan sifat sifat cahaya ini dapat dibuktikan. Contohnya bahwa cahaya itu dapat merambat lurus, nah sifat ini dimanfaat oleh manusia pada pembuatan lampu senter, lampu kendaraan bermotor dan lain sebagainya. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sifat sifat cahaya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari maka simaklah penjelasan di bawah ini. 

1. Cahaya Merambat Lurus 
Bukti bahwa cahaya dapat merambat lurus adalah salah satunya cahaya yang masuk melalui celah-celah genting kaca. Berkas cahaya yang melewati genting kaca bila diamati dalam ruangan yang agak gelap akan terlihat seperti batang lurus. 
Cahaya Merambat Lurus
Contohnya: 
Sifat cahaya yang dapat merambat lurus ini dimanfaatkan manusia pada pembuatan lampu senter dan lampu kendaraan bermotor. 

2. Cahaya Dapat Dibiaskan 
Apabila cahaya merambat melalui dua zat yang kerapatannya berbeda, maka cahaya tersebut akan dibelokkan. Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan. 
Cahaya Dapat Dibiaskan
Contohnya: 
Gejala pembiasan ini dapat dilihat pada pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air yang menyebabkan pensil tersebut akan tampak patah. 

3. Cahaya Menembus Benda bening
Cahaya dapat masuk ke dalam rumah melalui celah-celah serta juga dapat melalui kaca jendela bening yang ada di rumah. Kaca yang bening dapat ditembus oleh cahaya, apabila kaca jendela bening tersebut di tutup dengan menggunakan karton atau triplek maka cahaya tidak dapat masuk ke dalam rumah. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya hanya dapat menembus benda yang bening. 
Cahaya Menembus Benda bening
Contohnya: 
Cahaya dapat menembus kaca bening atau gelas bening. 









4. Cahaya Dapat Dipantulkan 
Pemantulan cahaya di bagi menjadi dua jenis yaitu pemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi saat cahaya mengenai permukaan yang kasar atau tidak rata. sedangkan pemantulan teratur terjadi jika cahaya mengenai permukaan yang rata, licin, dan mengilap. Permukaan yang mempunyai sifat seperti ini misalnya cermin. Pada pemantulan ini sinar pantul memiliki arah yang teratur. 
Cahaya Dapat Dipantulkan
Contohnya: 
Sifat cahaya ini dapat digunakan manusia untuk membuat kaca cermin. Sehingga ketika seseorang bercermin, dia dapat melihat dirinya sendiri. 

5. Cahaya Dapat Diuraikan/ Mengalami Dispersi
Cahaya putih seperti cahaya matahari termasuk jenis cahaya polikromatik yang berarti tersusun atas beberapa komponen warna. Cahaya putih ini tersusun atas spektrum-spektrum cahaya yang berwarna merah, kuning, hijau, biru, jingga, nila, dan ungu. Sedangkan spektrum warna yang tidak dapat diuraikan lagi disebut cahaya monokromatik. Cahaya putih saat melewati prisma akan mengalami dispersi (penguraian). 
Cahaya Dapat Diuraikan/ Mengalami Dispersi
Contohnya: 
Peristiwa dispersi cahaya yang terjadi secara alami adalah peristiwa terbentuknya pelangi. Pelangi terbentuk dari cahaya matahari yang diuraikan oleh titik-tititk air hujan di langit. 

Sumber:http://aviskariska.blogspot.com/2018/05/sifat-sifat-cahaya.html

LAPORAN PROJECT ROKET AIR

LAPORAN PROJECT ROKET AIR ANGGOTA: 1.         Cholisa Citra Aiysah                     (07) 2.         Kurnia Gischa Tristiya  ...