Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2019

UPAYA PENCEGAHAN TUBERCULOSIS

UPAYA PENCEGAHAN TUBERCULOSIS




Cara mencegah penyakit TBC atau TB atau Tuberkulosis adalah penyakit yang menyerang mulai dari organ paru-paruPenyakit TBC ini adalah salah satu penyakit menular melalui media udara, termasuk ketika orang yang memiliki penyakit ini melakukan pembicaraan, bersin, batuk dan tertawa.
Penyakit ini juga memiliki penanganan khusus dan memiliki penderita yang cukup jarang. Walaupun begitu, beberapa langkah pencegahan terhadap penyakit ini sangat ditekankan, apalagi jika terdapat orang yang mengidap TB laten positif, yaitu bentuk TB yang tidak menular dan menyerang hingga 1/3 populasi manusia di dunia.
Bakteri Mycobaterium tuberculosis
Bakteri Mycobaterium tuberculosis
Penyakit TBC ini disebabkan karena ulah bakteri yang bernama Mycobaterium tuberculosis. Penyakit ini biasa menyerang manusia pada rentang umur 15 – 35 tahun, dan tidak perduli terhadap gender. Penyakit ini juga termasuk penyakit yang mematikan, selain itu penyakit ini juga menyerang organ paru-paru yang sangat vital.
Bahkan tidak hanya paru-paru saja yang diserang, penyakit ini juga menyerang otak, tulang, sendi dan bagian tubuh lainnya.
Orang yang sudah terkena penyakit ini harus menjalankan perawatan dan pengobatan secara intensif hingga benar-benar sembuh sehingga Penyakit TBCtidak akan kambuh kembali.
Menurut WHO, yaitu organisasi kesehatan dunia, Indonesia menduduki peringkat ke empat di dunia yang warga negaranya terkena TBC setelah India, Cina dan Afrika Selatan.
Walaupun dunia kesehatan telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, tetapi masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman belum tersentuh dengan pelayanan kesehatan yang baik.Oleh karena itu pencegahan terhadap penyakit ini perlu dilakukan sedini mungkin.

Cara mencegah penyakit TBC

penyakit-paru-paru

1. Menghindar dari Orang Pengidap Penyakit  TBC

Untuk menghindari tertular penyakit ini, tentunya anda juga harus menghindari orang yang mengidap penyakit ini. Ingat penyakit ini menular melalui media udara yang sulit untuk kita hindari. Tetapi jika ditempat tinggal ataupun kerja anda terdapat orang yang mengidap penyakit ini, usahakan anda menggunakan masker, agar terhindar dari menghirup bakteri TB.

2. Mengetahui jika anda beresiko

Kita wajib mengetahui apakah kita berisiko mengidap penyakit ini. Berikut adalah daftar orang yang memiliki kemungkinan mengidap penyakit ini :
  • Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (HIV/AIDS).
  • Orang yang hidup bersama penderita penyakit TBC
  • Orang yang tinggal di tempat terbatas, seperti panti jumbo.
  • Para pecandu narkoba dan peminum alcohol
  • Para turis yang tinggal di daerah yang memiliki penyakit TBC

3. Vaksinasi BCG

Vaksin ini digunakan untuk mencegah penyakit TBC yang terbilang cukup efektif, jadi pastikan diri anda sudah tervaksin BCG.

4. Memulai gaya hidup sehat

Pola hidup sehat ternyata juga dapat mengurangi risiko terhadap terjangkitnya penyakit ini. Menurut penelitian pola hidup yang buruk dapat meningkatkan risiko terkena Penyakit TBC lebih besar disbanding orang yang melakukan gaya hidup sehat.

5. Mengetahui gejala-gejala Penyakit TBC

TBC
Tanda Dan Gejala Penyakit TBC
Dengan mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini, anda akan memiliki kemungkinan lebih besar terhindar dari penyakit ini, karena anda mengetahui orang-orang mana yang mengidap penyakit ini.
  • keinginan makan dan berat badan turun
  • kondisi fisik semakin lemah disertai perasaan tidak enak
  • batuk-batuk (terkadang disertai darah) yang berlangsung selama lebih dari 3 minggu.

6. Melakukan tes

Tes sangat penting untuk dilakukan, karena jika anda mengetahui lebih dini jika anda positif menderita TB laten, penanganan akan semakin lebih efeketif. Tes ini dilakukan dengan 2 cara yaitu tes darah dan tes kulit tuberculin.

Sumber: http://aviskariska.blogspot.com/2018/02/upaya-pencegahan-tbc.html



UPAYA PENCEGAHAN ASMA

UPAYA PENCEGAHAN ASMA


Jenis dan Gejala Asma
cara mencegah asmaAda empat kategori asma yaitu intermiten, persisten ringan, sedang dan persisten berat. Orang-orang yang menderita asma persisten ringan, sedang atau berat membutuhkan obat dalam jangka waktu yang panjang. Obat biasanya kortikosteroid inhalasi, untuk mengendalikan peradangan dan mengurangi serangan asma. Menurut Rand Sutherland, MD, MPH, kepala Divisi Paru dan Critical Care di Jewish Health Nasional di Denver “Peradangan adalah akar penyebab segala sesuatu yang kita lihat pada asma.” Asma intermiten dapat memburuk.
Tanda-tanda atau gejala asma antara lain adalah :
  • Terjadi sesak napas
  • Dada terasa sesak atau sakit
  • Sulit tidur karena sesak napas, batuk atau mengi
  • Timbul suara atau mengi saat bernafas
  • Terjadi gejala batuk, pilek atau flu
  • Sulit bernafas
Landasan pengobatan gangguan asma adalah dengan mengidentifikasi serta menghindari pemicu asma ini.

Pencegahan Asma di Lingkungan Rumah

1. Menjaga kebersihan tempat tidur
Peralatan tidur seperti kasur dan bantal, sprei merupakan salah satu tempat bersarangnya tungau penyebab asma. Untuk itu, sebaiknya gunakan bantal atau kasur anti alergi dan selalu rutin untuk mencuci perlengkapan tidur seperti sprei seminggu sekali. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi kelembaban dan membantu mencegah jamur.
2. Jangan biarkan hewan peliharaan berada di tempat tidur maupun furniture lainnya
Bulu hewan peliharaan, seperti bahaya bulu kucing maupun anjing yang terhirup merupakan salah satu pemicu asma yang umum. Untuk itu jangan biarkan hewan peliharaan berada di tempat tidur maupun pada furniture lainnya.
3. Bersihkan karpet dan mainan anak-anak
Karpet dan mainan anak-anak seperti boneka merupakan sarang untuk debu penyebab alergi dan asma. Untuk itu, cara mencegah asma ini dengan melakukan pembersihan kedua benda tersebut secara rutin dengan menggunakan vacum cleaner yang dilengkapi dengan filter udara HEPA minimal 2 minggu sekali.
4. Menjaga sirkulasi udara
Jamur ini merupakan salah satu pemicu gangguan asma yang umum. Untuk mengurangi hal tersebut, jagalah sirkulasi udara dalam rumah dengan membuka jendela dan menjaga kamar mandi agar tetap bersih dan kering.
5. Hindari produk pembersih yang mengandung bahan kimia
Gas yang berasal dari pembersih rumah tangga, seperti cairan pembersih kaca yang disemprotkan dapat memicu asma. Hindari menghirup gas tersebut untuk cara mencegah asma karena alergi.

Pencegahan Asma di lingkungan Kantor

1. Hindari merokok
Asap rokok merupakan musuh bagi penderita asma, karena bahaya asap rokok  yang berasal dari sulutan api dapat menjadi penyebab gangguan asma. Untuk itu hindari kebiasaan merokok maupun menghirup asap rokok dari orang disekitar.

2. Menghindari stress
Emosi dan rasa khawatir yang intens dapat memperburuk gejala asma. Untuk menghindari stress karena masalah pekerjaan, dapat dilakukan dengan menyalurkan hobi, maupun refresing untuk relaksasi. Hal ini akan menenangkan pikiran seperti sedia kala.
3. Selalu siaga
Selalu mempersiapkan obat-obatan pereda asma dalam tas adalah merupakan langkah yang tepat ketika nanti terjadi serangan asma.
Hal ini bertujuan jika nantinya terjadi serangan asma mendadak seperti di kantor, sudah mengetahui bagaimana cara mengobati asma sebagai pertolongan pertama. Misalnya dengan membawa inhaler asma kemanapun pergi.

Pencegahan di Luar Ruangan

1. Menghindari udara yang terlalu dingin
Udara yang terlalu dingin diyakini mampu memicu timbulnya gangguan asma misalnya jika sudah terjadi masuk angin. Untuk itu, sebelum terjadi perubahan cuaca dingin persiapkan diri dan lingkungan agar tetap hangat.
2. Menghindari sumber yang dapat memicu alergi
Pada saat-saat tertentu beberapa jenis tanaman akan mengalami proses penyerbukan. Hal ini yang mana akan terjadi penebaran serbuk sari yang dipercaya sebagai salah satu alergen penyebab asma. Untuk itu, sebaiknya tetap tinggal di dalam rumah selama proses penyerbukan berlangsung
3. Selalu memperhatikan keadaan cuaca
Cuaca yang terlalu panas, lembab, serta kualitas udara yang buruk dapat memperburuk gejala asma bagi sebagian orang. Untuk itu, sebaiknya batasi aktivitas luar ruangan ketika kondisi ini terjadi.

4. Melakukan olahraga ringan di dalam ruangan
Melakukan kegiatan fisik yang ringan sangatlah penting untuk orang-orang yang menderita gangguan asma. Untuk menghindari resiko gangguan asma, sebaiknya melakukan kegiatan atau olahraga ringan di dalam ruangan yang hangat.

Pencegahan asma pada anak

Anak-anak sesungguhnya paling rentan terhadap alergi asma karena terkadang belum memahami bagaimana kondisi yang dihadapinya. Berikut ini cara mencegah asma pada anak di luar rumah, salah satunya di sekolah :
  1. Pastikan orang-orang disekitar anak Anda tahu gangguan Asma yang diderita anak. Hal ini bertujuan agar, saat nanti saat anda mengalami gangguan asma, mereka tahu apa yang harus dilakukan sebagai tindakan pertolongan.
  2. Menghindari debu penyebab alergi. Debu seperti yang dihasilkan kapur tulis dapat memicu terjadinya gangguan asma. Untuk itu, sebaiknya menjaukan papan tulis dari meja murid.
  3. Pastikan obat-obatan maupun peralatan pereda asma seperti inhealer selalu ada di tas anak Anda. Hal ini bertujuan untuk memberikan pertolongan saat terjadi serangan tiba-tiba.
Penelitian Tentang Asma
Belum diketahui dengan jelas apa saja yang menjadi penyebab asma, namun faktor lingkungan dan keturunan dianggap sebagai pemicu asma. Menurut temuan badan Kesehatan Nasional dan Survei Pemeriksaan Gizi, yang diterbitkan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology tahun 2007 menyatakan bahwa 56 % kasus asma di Amerika Serikat disebabkan oleh alergi yang bisa didapatkan dari cat, tungau,  debu, dan kecoa, asap rokok, asap dari perapian atau tungku kayu bakar, wewangian, produk pembersih, asap lalu lintas, polusi udara, dan bahkan penghilang rasa sakit seperti aspirin, ibuprofen dan acetaminophen, stress, konsumsi makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, penyakit Gastroesophageal reflux (GERD) dapat memprovokasi serangan asma.
Sebuah analisis penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Respiratory Critical Care Medicine dan pada tahun 2007 melaporkan bahwa kejadian asma meningkat asma hingga 50% pada orang yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Para peneliti di Emory University di Atlanta menemukan bahwa pasien obesitas dengan asma mencapai 66%.

Sumber: http://aviskariska.blogspot.com/2018/02/upaca-pencegahan-asma.html

UPAYA PENCEGAHAN FARINGITIS

UPAYA PENCEGAHAN FARINGITIS



Faringitis atau radang tenggorokan adalah pembengkakan yang terjadi pada bagian belakang tenggorok (faring). Hal ini biasanya disebabkan karena virus atau bakteri. Faringitis juga bisa menyebabkan gatal dan luka di tenggorokan dan sakit ketika menelan.
faringitis (radang tenggorokan)-doktersehat



Menurut American Osteopathic Association(AOA), faringitis yang disebabkan radang tenggorokan adalah salah satu alasan paling sering pasien berkunjung ke dokter. Kasus faringitis sering terjadi terutama ketika musim penghujan. Faringitis juga menjadi alasan paling sering mengapa orang izin sakit selama beberapa hari dari pekerjaannya atau dari kegiatan sekolah. Supaya faringitis dapat diobati dengan benar, penting untuk mengidentifikasi penyebabnya. Faringitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
Penyebab faringitis
Ada banyak virus dan bakteri yang dapat menyebabkan faringitis meliputi:
  • virus penyebab campak
  • adenovirus, yang merupakan penyebab flu biasa
  • virus penyebab cacar air
  • croup, yang merupakan penyakit anak-anak yang sulit dibedakan dengan batuk rejan
  • batuk rejan
Virus adalah penyebab paling umum dari sakit tenggorokan. Faringitis ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus seperti pilek, influenza, atau mononucleosis. Infeksi virus tidak merespon terhadap antibiotik, dan pengobatan hanya diperlukan untuk membantu meringankan gejala karena pada dasarnya virus itu bersifat “self limited” yaitu akan sembuh dengan sendirinya jika kekebalan tubuh kita baik.
Faringitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri meskipun tidak sesering virus. Infeksi bakteri memerlukan antibiotik. Infeksi bakteri yang paling sering adalah oleh Streptokokus Grup A. Penyebab yang jarang dari faringitis bakteri termasuk gonore, klamidia, dan Corynebacterium.
Paparan pilek dan flu dapat meningkatkan risiko untuk faringitis. Hal ini terutama berlaku bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan dalam perawatan kesehatan seperti dokter dan perawat, atau orang-orang yang memiliki riwayat alergi, dan sinusitis. Paparan asap rokok juga dapat meningkatkan risiko faringitis.
Apakah gejala faringitis?
Gejala-gejala yang menyertai faringitis bervariasi tergantung pada kondisi yang mendasarinya.
Selain sakit tenggorokan, kering, atau gatal, flu dingin atau dapat menyebabkan:
  • bersin
  • pilek
  • sakit kepala
  • batuk
  • merasa kelelahan
  • pegal-pegal
  • menggigil
  • demam (demam ringan sampai demam tinggi)
Selain sakit tenggorokan, gejala mononukleosis meliputi:
  • kelenjar getah bening membengkak
  • kelelahan
  • demam
  • otot sakit
  • lemas
  • kehilangan selera makan
  • Kemerahan di tenggorokan
  • kesulitan menelan
  • tenggorokan merah dengan bercak putih atau abu-abu
  • menggigil
  • kehilangan selera makan
  • mual
  • rasa yang tidak biasa di mulut
Sumber: http://aviskariska.blogspot.com/2018/02/upaya-pencegahan-faringitis.html

UPAYA PENCEGAHAN TONSILITIS

UPAYA PENCEGAHAN TONSILITIS


Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi adalah dengan selalu menjaga kesehatan mulut dan menjaga asupan makanan serta tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya yang dapat menimbulkan tumpukan bakteri dan kuman dalam tubuh.
mencegah tonsilitis tanpa operasi

Apa Penyebab Tonsilitis?

Amandel atau tonsil adalah sebuah organ yang terbentuk dari jaringan yang memiliki lubang-lubang kecil yang tidak mampu dilihat oleh mata dengan mudah karena letaknya yang berada dibagian dalam tenggorokan. Semua bagian lubang tersebut bekerja menampung bakteri, virus dan kuman yang akan masuk kedalam tubuh. Nah apabila sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan maka amandel akan lebih mudah mengalami peradangan dan masalah.
Semakin sering bagian tersebut mengalami peradangan maka amandel akan menjadi batu dan sulit untuk bisa kembali mengecil setelah peradangan sembuh. Dengan demikialah hal tersebut akan membuat peradangan menjadi lebih sering terjadi.
Beberapa gejala diatas adalah beberapa hal yang akan dialami oleh penderita. Nah, kebanyakan orang yang menderita penyakit tonsilitis atau radang amandel umumnya lebih banyak tahu bahwa penyakit ini hanya bisa diobati dengan jalan operasi. Akan tetapi perlu diketahui operasi amandel biasanya dilakukan hanya apabila penderita sudah mengalami tingkatan kronis atau tingkatan paling parah dari penyakit ini.
Sebab pada kondisi ini sakit amandel yang diderita akan cenderung lebih sering kambuh dan dampaknya akan sangat menganggu aktivitas yang dijalani oleh si pendeirta. Selain itu si penderita akan menjadi lebih rentan terhadap berbagai gangguan jenis penyakit lainnya. Adapun pengangkatan amandel akan dapat dilakukan di rumah sakit oleh dokter bedah ahli.

Mencegah dan Mengobati Amandel Tanpa Melakukan Operasi

Pada umumnya beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit amandel tanpa melalui jalan operasi akan lebih banyak dilakukan dirumah dengan bahan-bahan herbal. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja maka simak dibawah ini.

Gejala Radang Amandel (Tonsilitis)

Ada cukup banyak gejala yang akan dirasakan oleh si penderita ketika mengalami tonsilitis atau radang amandel. Beberapa gejala tersebut diantaranya adalah:
  • Nyeri dibagian tenggorokan
  • Sakit pada saat menelan
  • Bau mulut/napas
  • Sakit dibagian telinga
  • Seringnya demam/flu/pilek

Konsumsi Jus Lemon

Jus lemon menjadi buah yang paling baik untuk meredakan amandel atau tonsil yang membengkak dan meradang. Lemon mengandung vitamin C dan dapat berfungsi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Konsumsi jus lemon akan dapat mencegah amandel agar tidak membengkak dan meradang akibat adanya infeksi kuman atau bakteri.
Untuk memanfaatkan jus lemon bisa anda campurkan dengan garam atau dengan kecap. Konsumsi dengan rutin akan dapat meredakan amandel yang bengkak dengan lebih baik.

Konsumsi Minuman Probiotik

Minuman dengan kandungan probiotik akan berperan penting dalam mencegah amandel. Untuk bisa mendapatkan minuman dengan kandungan probiotik anda bisa mengkonsumsi yogurt alami atau produksi rumahan.
Konsumsi minuman probiotik yang dibuat dirumahan atau alami akan mencegah minuman yang anda konsumsi dari kandungan atau campuran bahan perasan, pemanis atau pewarna buatan yang berbahaya. Yang mana bahan-bahan kimia tersebut akan dapat menyebabkan peradangan amandel menjadi lebih parah. Kandungan probiotik dalam minuman tersebut dapat bekerja membersihkan bakteri dan kuman lain yang ada pada bagian amandel dan tubuh sehigga menjadi lebih sehat.

Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Mulut dan Gigi

Kebersihan mulut dan gigi menjadi faktor yang amat penting untuk mencegah timbulnya peradangan atau masalah dibagian amandel. Nah untuk anda yang memiliki riwayat peradangan amandel maka anda harus pandai dan lebih peduli terhadap kesehatan mulut dan gigi anda. Seperti yang kita ketahui mulut adalah media paling luar untuk masuknya bakteri dan kuman berbahaya kedalam tubuh.
Untuk itu rajinlah menyikat gigi dan berkumur dengan larutan nitrat yang dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Saat ini sudah bayak dijual larutan pembersih gigi yang bisa digunakan saat berkumur. Untuk itu kenakanlah produk tersebut agar anda lebih mudah untuk mencegah penyakit amandel.

Hindari Konsumsi Makanan yang Mengandung Pengawet

Memilah dan menyeleksi makanan adalah hal penting dalam mencegah dan menangani sakit amandel yang dirasakan. Konsumsi makanan yang sehat amat disarankan untuk mereka yang terlanjur menderita radang amandel. Penderita radang amandel tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi sembarang makanan apalagi makanan yang mengandung perasa gurih, asin, manis dan lain sebagainya.
Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengobati tonsillitis tanpa jalan operasi. Semoga bermanfaat. 
https://bidanku.com/cara-mencegah-dan-mengobati-tonsilitis-amandel-tanpa-harus-operasi

UPAYA PENCEGAHAN INFLUENZA

UPAYA PENCEGAHAN INFLUENZA


Flu, atau influenza, adalah infeksi virus pada pernafasan. Influenza datang secara tiba-tiba, berlangsung selama 7 sampai 10 hari, dan biasanya hilang begitu saja. Kebanyakan orang sembuh sepenuhnya.   
Hasil gambar untuk upaya pencegahan influenza


Namun, bagi orang tua, balita, dan orang dengan imunitas yang lemah, flu bisa memicu kondisi yang lebih parah dan bahkan mengakibatkan kematian akibat komplikasi. Tipe lain dari flu adalah flu babi (HIN1), flu burung (H5N1, H7N9), dan lain-lain.
Setiap tahun terdapat 10% hingga 15% kasus flu, memengaruhi 250.000 – 500.000 orang. Jenis baru dari influenza A/H1N1 menyebabkan wabah pada Juni 2009. Kebanyakan orang terjangkit pada musim gugur dan musim dingin.
Penyebab Penyakit Influenza
Flu disebabkan oleh virus yang diklasifikasikan sebagai jenis A, B atau C. Jenis A adalah jenis influenza yang paling umum.
Orang terkena virus penyebab pilek akibat menghirup udara yang sudah tercemar virus dari orang lain yang terinfeksi (misalnya melalui batuk atau bersin), atau dari menyentuh sesuatu yang sudah disentuh orang yang terinfeksi.
Flu bisa menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau jika Anda memakan daging hewan tersebut.
Ciri Penyakit Influenza
Berikut ini ciri seseorang mengalami penyakit influenza, yaitu:
  • Tubuh Mengigil
  • Berkeringat
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Otot pegal
  • Batuk kering
  • Hidung tersumbat
  • Merasa kelalahan dan lemah.
Cara Pencegahan Penyakit Influenza
Berikut cara pencegahan penyakit influenza yang mudah dan efektif, yaitu:
  1. Hindari merokok
Karena akan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuatnya menjadi lebih mudah terkena infeksi penyakit.
Merokok juga akan menghancurkan kemampuan silia dalam menyaring sumber penyebab penyakit termasuk virus dan bakteri. Selain itu rokok juga menyebabkan risiko penyakit lain seperti kanker, jantung, dan penyakit kronis lain.
  1. Hindari berbagi perlengkapan makan dengan orang lain
Terutama dengan penderita flu karena sangat memudahkan penularan virus tersebut. Selain itu, gunakan perlengkapan makan yang benar-benar sudah bersih.
  1. Hindari stres
Perasaan tertekan yang berlebihan karena dapat menyebabkan kondisi tubuh menjadi lebih lemah. Hal ini juga bisa menyebabkan penyakit lain yang sering menyerang akibat sistem kekebalan tubuh yang melemah.
  1. Istirahat dengan baik
Akan membantu tubuh melawan infeksi dan mencegah penyakit yang mudah menular. Istirahat dengan baik dan tidur cukup juga dapat membantu tubuh agar lebih produktif dan merasa nyaman saat melakukan berbagai kegiatan.
  1. Hindari berbagi perlengkapan mandi dengan orang lain
Karena menjadi perantara penularan flu yang sangat cepat. Hal ini harus dihindari bukan hanya untuk mencegah penyakit flu, melainkan juga penyakit lain seperti penyakit kulit.
  1. Gunakan masker
Untuk melindungi saluran pernafasan atas saat beraktivitas di luar rumah. Masker dapat memperkecil kemungkinan virus menyebar lewat udara. Namun kebersihan masker harus tetap diperhatikan dengan cara seringmengganti masker secara berkala.
  1. Biasakan mencuci tangan
Terutama setelah menggunakan fasilitas umum. Mencuci tangan akan mengurangi bakteri atau virus yang berada di tangan dan bisa masuk ke saluran mukosa.
Hindari kebiasaan sering memegang wajah atau memasukkan jari ke hidung – karena terlalu sering memegang wajah atau hidung akan mempermudah penularan virus penyebab flu mudah masuk ke saluran hidung atau saluran pernafasan atas.
  1. Berolahraga secara teratur
Melatih kardiovaskuler secara teratur – berjalan, bersepeda, aerobik – meningkatkan sistem imun anda. Olahraga tidak dapat mencegah infeksi, tetapi jika anda terkena flu, anda akan lebih sedikit kemungkinannya terkena dampak yang parah dan sembuh lebih cepat daripada orang yang tidak fit.


http://www.autoimuncare.com/cara-pencegahan-penyakit-influenza/


VOLUME PERNAPASAN

VOLUME PERNAPASAN


Volume udara pernapasan dapat diukur menggunakan respirometer. Secara garis besar, volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi enam sebagai berikut.

a. Volume tidal (tidal volume)

Volume tidal adalah volume udara pernapasan (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 500 cc (cm3) atau 500 mL.

b. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume)

Volume cadangan inspirasi atau udara komplementer adalah volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

c. Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume)

Volume cadangan ekspirasi atau udara suplementer adalah volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

d. Volume sisa / residu (residual volume)

Volume sisa/residu adalah volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) maksimal, yang besarnya lebih kurang 1.000 cc (cm3) atau 1.000 mL.

e. Kapasitas vital (vital capacity)

Kapasitas vital adalah volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, yang besarnya lebih kurang 3.500 cc (cm3) atau 3.500 mL. Jadi : 

kapasitas vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan ekspirasi.

f. Volume total paru-paru (total lung volume)

Volume total paru-paru adalah volume udara yang dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang 4.500 cc (cm3) atau 4.500 mL. Jadi : 

volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa + kapasitas vital.
Secara ringkas, volume udara pernapasan pada manusia dapat dijelaskan melalui grafik pada Gambar 1. di bawah ini.
Grafik volume udara pernapasan pada manusia
Gambar 1. Grafik volume udara pernapasan pada manusia
Volume udara pernapasan setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki volume paru-paru yang berbeda-beda juga. Volume paru-paru selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh latihan. Para atlet, perenang, dan orang yang berlatih yoga memiliki volume paru-paru yang lebih besar.

Demikian pula orang yang tinggal di dataran tinggi di mana kadar oksigennya rendah cenderung memiliki volume paru-paru yang lebih besar. Laki-laki pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih besar dari wanita. Dalam keadaan normal biasa, manusia menghisap dan mengeluarkan udara pernapasan kurang lebih 500 cc. Bila setengah liter ini telah diembuskan, maka dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat, masih dapat mengembuskan satu setengah liter udara cadangan di dalam paru-paru.

Sebaliknya, sesudah menghirup udara setengah liter, kita masih dapat menghirup kuat-kuat satu setengah liter udara lagi. Jadi, jumlah udara yang terdapat dalam sistem pernapasan yaitu antara setengah dan tiga setengah liter. Jumlah udara pernapasan sekian itu dapat dimanfaatkan secara teratur oleh para olahragawan yang terlatih. Meskipun ada 500 cc udara yang dapat kita hirup dalam keadaan biasa, tetapi hanya 350 cc yang dapat sampai di gelembung paru-paru, sedangkan yang 150 cc lainnya hanya sampai di saluran pernapasan saja.

SUMBER:http://www.nafiun.com/2012/12/volume-udara-pernapasan-padamanusia.html

FREKUENSI PERNAPASAN

FREKUENSI PERNAPASAN


Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan di otak, sedangkan aktivitas saraf pernapasan dirangsang oleh stimulus (rangsangan) dari karbon dioksida (CO2 ). Pada umumnya, manusia mampu bernapas antara 15–18 kali setiap menitnya. Frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.



a. Umur


Bayi dan balita memiliki frekuensi bernapas lebih banyak dibanding orang dewasa. Hal itu disebabkan volume paru paru yang relatif kecil dan sel-sel tubuh sedang berkembang sehingga membutuhkan banyak oksigen. Orang tua juga memiliki frekuensi napas lebih banyak karena kontraksi otototot dada dan diafragma tidak sebaik saat masih muda, sehingga udara pernapasan lebih sedikit.

b. Jenis Kelamin


Frekuensi pernapasan wanita pada umumnya lebih banyak daripada laki-laki. Hal ini disebabkan wanita pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih kecil dari lakilaki sehingga frekuensi bernapasnya lebih banyak.

c. Suhu Tubuh


Semakin tinggi suhu tubuh, semakin cepat frekuensi pernapasannya. Hal ini berhubungan erat dengan peningkatan proses metabolisme tubuh.

d. Posisi Tubuh


Posisi tubuh sangat berpengaruh terhadap frekuensi pernapasan. Pada tubuh yang berdiri, otot-otot kaki akan berkontraksi sehingga diperlukan tenaga untuk menjaga tubuh tetap tegak berdiri. Untuk itu diperlukan banyak O2 dan diproduksi banyak CO2. Pada posisi tubuh berdiri, frekuensi pernapasannya meningkat.

Pada posisi duduk atau tiduran, beban berat tubuh disangga oleh sebagian besar bagian tubuh sehingga terjadi penyebaran beban. Hal ini mengakibatkan jumlah energi yang diperlukan untuk menyangga tubuh tidak terlalu besar sehingga frekuensi pernapasannya juga rendah.

e. Kegiatan Tubuh


Orang yang banyak melakukan kegiatan memerlukan lebih banyak energi dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan kegiatan (santai/tidur). Oleh karena itu, tubuh memerlukan lebih banyak oksigen untuk oksidasi biologi dan lebih banyak memproduksi zat sisa. Tubuh perlu meningkatkan frekuensi pernapasan agar dapat menyediakan oksigen yang lebih banyak.


Gerakan pernapasan diatur oleh pusat pernapasan yang ada di otak dan disebut medula oblongata. Sebaliknya, saraf pernapasan ini juga dipacu oleh kadar karbon dioksida yang ada di dalam darah. Kita dapat menahan napas sementara waktu, tetapi bila kadar karbon dioksida dalam darah naik maka akan timbul rangsangan untuk segera menghirup udara pernapasan dalam-dalam. Ketika darah melalui alveolus, kandungan karbon dioksidanya sama dengan di alveolus.

Darah kemudian mencapai medula oblongata yang mengandung selsel yang sangat peka terhadap konsentrasi karbon dioksida dalam darah. Jika kandungan karbon dioksida ini naik di atas normal, medula oblongata menanggapinya dengan meningkatkan banyaknya impuls saraf dan laju impuls saraf yang mengontrol aksi otot-otot pernapasan (otot diafragma dan otot interkosta). Akibatnya ialah peningkatan pertukaran udara dalam paru-paru yang mengembalikan konsentrasi karbon dioksida dalam alveolus dengan cepat dan kemudian mengembalikan konsentrasi karbon dioksida darah ke konsentrasi normal.


Sumber: http://www.sentra-edukasi.com/2011/08/frekuensi-pernapasan.html#.WnCu0LynHIU

MEKANISME PERNAPASAN MANUSIA

MEKANISME PERNAPASAN MANUSIA


Mekanisme Pernapasan

Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi.

1. Mekanisme Pernapasan Dada 
1. Fase Inspirasi pernapasan dada
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru

2. Fase ekspirasi pernapasan dada 
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

2. Mekanisme Pernapasan Perut 
1. Fase inspirasi pernapasan perut
Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk

2. Fase ekspirasi pernapasan perut 
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.


Udara Pernapasan

Oksigen yang masuk dan keluar melalui alat-alat pernapasan disebut udara pernapasan. Udara pernapasan pada manusia dibedakan menjadi enam macam, yaitu:

1. Udara pernapasan biasa (volume tidal) --> VT 
Merupakan udara yang masuk dan keluar paru-paru pada saat pernapasan biasa. Volume udara yang masuk dan keluar sebanyak 500 ml

2. Udara cadangan inspirasi (udara komplementer) --> UK 
Merupakan udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru secara maksimal, setelah melakukan inspirasi normal. Besarnya udara komplementer adalah 2500 - 3000 ml

3. Udara cadangan ekspirasi (udara suplementer) --> US
 
Merupakan udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa. Besarnya udara suplementer adalah 1250 - 1300 ml

4. Udara residu --> UR 
merupakan udara yang tersisa di dalam paru-paru, yang berfungsi untuk menjaga agar paru-paru tetap dalam keadaan mengembang. besarnya udara residu adalah 1200 ml. 
 
Volume Udara Pernapasan

Volume udara pernapasan berkisar 500 - 3500 ml. Dari 500 ml udara yang dihirup, hanya 350 ml yang sampai di alveolus, sisanya hanya sampai saluran pernapasan. Jumlah oksigen yang diperlukan sehari untuk tiap individu sebesar 300 cc.

Kapasitas Paru-paru


1. Kapasitas vital --> KV 
Merupakan kemampuan paru-paru mengeluarkan udara secara maksimal setelah melakukan inspirasi secara maksimal.

Kapasitas paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: 
KV = VT + UK + US
Berdasarkan rumus di atas kapasitas vital paru-paru adalah sebesar 4750 ml 

2. Kapasitas total --> KT
 
Merupakan udara yang dapat tertampung secara maksimal di paru-paru secara keseluruhan.

Kapasitas total paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
KT = KV + UR 


Sumber: http://aviskariska.blogspot.com/2018/01/mekanisme-pernapasan-manusia.html

LAPORAN PROJECT ROKET AIR

LAPORAN PROJECT ROKET AIR ANGGOTA: 1.         Cholisa Citra Aiysah                     (07) 2.         Kurnia Gischa Tristiya  ...